Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Alhamdulillah…………kita bertemu kembali
Pripon Kabare ? rak sae to? Geh alhamdulillah kulo sekeluargo sehat wal ‘afiat mboten wonten alangan setunggal punopo.
Ok……. Pagi ini kulo bade cerito mawon, geh.
Ndek dalu kulo pengen banget nulis, pengen banget saget garap skripsi, pengen banget saget konsentrasi. Tapi duko geh kok angel banget. Nah disaat seng ngoten niku wau, pas kulo ten kamar A2, ten mejo wonten buku seng sampule dadosake kulo pengen maos.
Judul bukune niku “Menjadi Kaya dengan Menulis”. Karangan RS. Rudatan. Saat kulo maos buku niku, terblesit ten atine kulo untuk menjadi seorang penulis yang ‘Tenang’. Penulis yang menulis bukan karena uang, tapi karena mengikuti apa yang dikata oleh hati.
berbicara tentang hati kulo ndong emot catatan kulo tentang hati yang beerjudul "Qolbul mukmin 'Arsyullah"
Dalam catatan tersebut tertulis bahwa tiada yang tahu tentang hati kecuali hanya Allah. sang pemilik hati itu sendiri. oleh karena itu terkadang kulo memang tidak tahu apa yang diinginklan oleh hatine kulo.
Bahkan jarang sekali kulo bertanya sebenarnya apa sih yang diinginkan oleh hatine kulo? Apa sih yang menyebabkan dia sering berubah-ubah. Kadang dia bahagia, kadang dia sedih, kadang dia cemas, kadang dia tenang, kadang dia cuek, kadang dia menangis, kadang dia tertawa dan sebagainya sebagainya. Apakah gerangan yang menyebabkannya.
Ok……………
Sebelum dilanjutkan cerita tentang “Hati”, kulo sampekan makna pengaosan rabu pagi hari ini
Saat ku bangun karena sebuah janji
Ku berdoa semoga aku bisa melalui hari ini dengan lebih baik
Kudengarkan lantunan surat Al-A’la dan surat Ad-Duha
Dari calon khotimat juz ‘Amma dengan hati bergetar
Karena sudah lama terasa aku tak melafadkannya
Saat semua telah selesai
Kucoba menangkap sayup hikmah dari balik tembok kantor
Pengajian tafsir sofwatut tafasir
Sebuah kalimat yang menelusup lewat celah jendela
Diantara kain-kain bergantungan
“Hati adalah sebagai sumber ilmu pengetahuan”
" Al Fikru Sirojul Qolbi"
Saat hati berfikir maka dia melakukan proses memahami
Dalam memahami, hati tak mau terkotori, tak mau ternodai,
karena itu “jagalah hati agar selalu bersih”
Beruntunglah orang-orang yang mau membersihkan jiwa dan hatinya
Hati tak pernah bohong, maka jika dia dibohongi atau diajak untuk bohong maka sumber ilmu itu menjadi rusak, hancur, terluka, dan lisanpun tak kuasa menterjemahkan apa yang dia inginkan.
Saat lisan sudah tak mampu membahasakan hati, lalu bagaimana dengan mereka, orang-orang yang telah menghafalkan alqur’an saat mereka telah melakukan kebohongan?
Bagaimana mereka akan dapat melafadkan apa yang ada dalam hati mereka ? bagaimana mereka akan dapat menjaga suatu yang suci di hati mereka, suatu yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang bersih, orang yang suci jiwanya…….?
Ya Allahhhhhhhhhhhhhhh
Ampuni hamba karena telah berbohong
Berbohong pada diri sendiri
Berbohong dengan hambamu yang kau sayangi
Berbohong pada Engkau
Sedangkan Engkau telah mengetahuinya
Wallahu ‘Aliimun Bidzati Al- Shuduur
Astaghfirullahal “adhim………………
Kawan ……….maaf ku tak kuasa meneruskan cerita ini. Aku tak tahan dengan perang ini………..aku lemah aku lelah……
Ijinkanku mengakhirinya…………..karena aku hanya ingin MENANG walau belum bertarung. Tapi……….bagaimana aku bisa dikata menang kalau aku lari dari medan pertarungan, tak punya lawan dan tak berani berperang.
Baiklah ………aku akan bertahan………….untuk bercerita. Apalah arti ketakutanku, jika aku harus kalah.
Oke………lanjut. Tutuk endi yo mau………hehe dadi lali tooooooooo.
Berbicara tentang LALI, kulo dados emot male sebuah pesan dari seseorang yang begitu mencintai Al-Quran, pesan itu adalah…….
“Allah akan membuat engkau lupa terhadap Al-Quran dan tak mampu berbicara sepatahpun jika kamu BERBOHONG”
Ya……..bohong. bohong bohong bohong……..
AAAAAAAAAAAAAaaa
Kenapa bohong…..kenapa harus bohong yang menjadi penyebab seorang menjadi lupa….
Kenapa penyebab lupaku adalah bohong, suatu yang sering aku lakukan meski itu suatu permainan dan banyolan.
Ya………aku masih ingat dulu mbah Ahmad pernah ngendiko
“Guyuo, Ndagelo, Gojeko tapi ojo GORO”
Kenapa pesan itu tak selalu kuingat, kenapa pesan itu hadir saat aku telah lupa……..
Allah……….apa yang harus hamba lakukan………….
Hamba ingin kembali………….
Kembali jujur……………kembali bersama kalamMu
Allah kulo pengen saget ngaos male…………
Astaghfirullah…………….
Semoga kita bisa termasuk orang-orang yang jujur dan tidak GORO
karena sekecil apapun suatu kebohongan, tetaplah sebuah kebohongan
dan hati kita akan hancur, menangis karena kebohongan yang kita cipta
meski kebohongan itu tak kita sengaja. lalu bagaimana kalau kebohongan itu kita sengaja?
Kawan jangan biarkan lisan kita terkunci karena kebohongan
Jangan biarkan hati kita buta dengan kebohongan
bukankah hati adalah sumber segala ilmu
Jangan biarkan dia kecema dengan kebohongan yang kita cipta
Walau itu sebuah gurauan
Akhirnya................
Wa athliq bihii lisaanii
Wa qowwi bihii janaanii
Wa Asri' bihi fahmiii
Wa qowwi bihii 'Azmiii
Bihaulika wa quwwatika wa qudrotika
Fa innahuu laa haula walaa quwwataka illa bika yaaa arhamar roohimiin
Farrij 'alal muslimiina wal muslimat
Aaaaaaatiniiii maa aataita min 'ibaadikashshooolihiiin
Amin
Rabu, 13 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar